Lost in Japan: Distrik Gion


Saya mengunjungi Gion di hari ke dua dan ke empat. Jadi tidak saya gabungkan pada cerita hari ke dua sebelumnya. Cerita ini nantinya menggabungkan cerita hari ke dua dan ke empat sekaligus.

Malam hari ke dua di Kyoto, saya berjalan-jalan di Gion. Daerah ini terkenal sebagai distrik geisha, hanya saja ketika saya ke sana malam maupun siang hari, saya tidak melihat geisha. Mungkin karena sedang tidak ada perayaan atau upacara tertentu, ingin sekali melihat sebenarnya.

Gion Shirakawa
Saya memasukkan Gion ke list kunjungan karena katanya di sini kita bisa melihat daerah Kyoto yang tradisional. Rumah dan suasana Kyoto zaman dulu. Ternyata eh ternyata, begitu saya sampai, tidak saya lihat nuansa Jepang klasiknya. Ya berbeda dengan yang saya ekspektasikan, Gion sudah modern sama seperti kota-kota di Kyoto lainnya. Saya agak kecewa. Karena masih penasaran, saya coba browsing mencari tau lebih tentang daerah Gion, tentunya nyari wifi gratis doloo. Dan ternyata eh ternyata lagi, untuk merasakan nuansa Jepang klasik, kita harus ke wilayah Gion Shirakawa atau ke Jalan Hanamikoji. Tidak seluruh wilayah Gion masih mempertahankan suasana Jepang klasik, hanya di beberapa titik tertentu.

Nah Malam ini saya coba mencari kedua tempat tersebut. Tapi saya hanya sempat ke daerah Gion Shirakawa, lalu kemudian memutuskan untuk pulang saja. Memang lebih enak menikmati suasananya di malam hari, tapi saya juga ingin poto-poto. Jadi saya akan kembali ke sini besok, siang hari. Dan pada akhirnya saya datang pada hari terakhir, hari ke empat, karena besok saya berencana ke Osaka.

Jalan Hanamikoji
Yosh, langsung ke cerita Gion yang hari ke empat di Kyoto, saya langsung ke jalan Hanamikoji. Dan benar saja, di sini saya merasa seakan berada di Jepang masa lalu. Tapi... ruamee pooool, ganggu suasana banget jadinya. Bangunan-bangunanya masih bergaya klasik dan banyak sekali wisatawan yang ada di sini. Tidak hanya wisatawan luar negeri, wisatawan Jepang juga banyak, mungkin berasal dari luar Kyoto.

Saya menyusuri sepanjang jalan ini, dari ujung ke ujung memakan waktu sekitar 15 menit. Kita bisa menikmati Jepang zaman dulu dari nuansa dan bangunan klasiknya. Bisa juga masuk ke gang yang ada di kiri kanan jalan, baik untuk sekedar berfoto atau melihat lebih banyak rumah kuno lagi. Saya menghabiskan waktu sekitar setengah jam di jalan Hanamikoji. Setelah itu saya kembali ke Gion Shirakawa yang belum sempat saya eksplor lebih jauh di malam hari yang lalu. Apa yang saya lakukan di sini tidak jauh berbeda, ke sana ke mari dan mengabadikan momen. Memang tidak seluas jalan Hanamikoji, tetapi suasana lawasnya tetap kena. 

Di hari ke empat ini, sebelum ke Gion saya telah mengunjungi Kuil Tofukuji.

Selesai berjalan-jalan di Gion, saya kembali, langsung beristirahat dan membersihkan diri. Sebelum tidur, saya berkemas-kemas karena besok pagi saya akan kembali ke Tokyo.


Post a Comment

0 Comments