Sejarah Asal Usul Situs Warungboto dan Mitosnya

Ada lokasi wisata baru nih di Jogja. Ya mungkin bukan baru banget sih, sayanya saja yang baru tau. Tapi tidak begitu juga, memang objek wisata ini tergolong baru. Sebuah situs kuno, hanya saja baru terekspos. Masih dalam tahap perbaikan agar bisa dinikmati dengan lebih baik oleh wisatawan. Yang datang juga belum terlalu ramai.

Lokasi situs Warungboto ini terletak di Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, kota Jogja. Kalu dilihat sekilas, objek ini terlihat seperti Taman Sari. Saya dan teman-teman kelas sebelumnya tidak ada rencana untuk ke sini. Kami pun tahu mengenai tempat ini dari dosen dan singkat cerita, kemarin dosen yang bersangkutan tidak masuk, kamipun disarankan untuk mengunjungi situs Warungboto sebagai ganti perkuliahan.

Nah akhirnya kami berangkat, selain senang karena tidak ada perkuliahan, kami juga terdorong rasa penasaran dengan objek wisata ini. Sekali kali pas jam kosong main bareng di luar lah, terlalu sering nongkrong di kampus. Perjalanan dari kampus menuju ke situs Warungboto ini memakan waktu sekitas 15 sampai 20 menit.

Sampai di sana memang benar, lokasinya belum 100% siap go public. Lokasinya sedang dipugar dan beberapa bagian sedang di renovasi untuk merekonstruksi bentuk aslinya, beberapa bagian sudah rusak. Karena masih baru, belum ada biaya masuk untuk objek wisata ini. Kami hanya membayar biaya parkir. Tapi disediakan kotak sumbangan secara suka rela, sebagian dari kami mengisi, sebagian lain lanjut wkwk.

Sekilas Tentang Situs Warungboto

Sejarah singkat mengenai situs Warungboto. Informasi ini saya dapatkan melalui hasil wawancara dengan warga Rejowinangun yang bermukim di dikat situs Warungboto. Saya melakukan wawancara juga bukan karena untuk saya tulis di sini. Kemarin karena keperluan tugas kuliah, nah sekalian saja saya tuliskan di sini. Narasumber yang bersedia diwawancarai bernama pak Iwan, beliau warga asli dan menjadi salah satu pengelola situs tersebut, letak rumahnya tepat di depan situs Warungboto.

Objek wisata situs Warungboto berada di jalan Veteran, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, situs ini sejatinya adalah sebuah pesanggrahan. Menurut penuturan pak Iwan, pesanggrahan ini merupakan tempat pemandiannya Hamengkubuwono ke II, selain itu dipakai juga sebagai tempat untuk pertapaan, jadi sendang untuk pemandian sekaligus untuk pertapaan. Nama asli dari pesanggrahan ini bukanlah Warungboto, dalam sebuah tembang macapat yang berkisah tentang Hamengku Buwono II bangunan ini tidak disebut dengan nama Pesanggrahan Warungboto sebagaimana yang diketahui sekarang, tetapi dengan nama Pesanggrahan Rejowinangun. Sesuai dengan pengakuan narasumber yang diwawancarai ”Ini sampe sana mas, makane ini namanya padepokan, pesanggrahan Rejowinangun, bukan Wrungboto. Rejowinangun kan sampe sana.”

Lanjut pak Iwan menjelaskan bahwa awalnya tempat ini terbengkalai, sampai akhirnya pada tahun 2010 mulai dibangun kembali. Akan tetapi sempat terhenti dan baru dilanjutkan pada tahun 2015 sampai sekarang. Pembangunan kembali situs Warungboto ini belum final dan memakan waktu yang lumayan lama, dikarenakan dokumen denahnya sulit ditemukan.

Mitos Situs Warungboto

Tidak begitu banyak mitos yang ada di situs Wrungboto ini, narasumber yang diwawancarai, secara singkat menjelaskan mitos yang ada. Warungboto ini hanya memiliki mitos berupa hewan mistis.


Mitos didapat berdasarkan wawancara dengan warga – Pak Iwan – yang bermukim di dekat situs Warungboto. Menurut penuturan pak Iwan tepat di titik mata air yang terdapat di tengah kolam pemandian, mitosnya terdapat seekor naga yang memakai mahkota di kepalanya dan terdapat mustika merah delima di mulutnya. Banyak orang yang berusaha mencari mustika tesebut, namun belum ada yang pernah berhasil menemukannya. Bahkan para supranatural yang mencarinya hanya mendapatkan keris dan batu akik biasa.

Cerita lain yang menarik dari penuturan pak Iwan adalah, sekitar tahun 90an ada kejadian yang menimpa seorang tikang becak. Tukang becak yang mengantar seorang perempuan ke daerah itu. Ketika sampai, tukang becaknya diminta oleh perempuan tersebut agar ketika perempuan itu pergi tidak usah menengok kearahnya. Akan tetapi, karena penasaran diminta demikian, tukang becak tersebut menoleh dan tanpa sadar becaknya sudah berada diatas bangunan Warungboto, seketika sang tukang becak berlari.

Kebetulan pak Iwan adalah salah satu saksi yang ketika itu ikut menurunkan becak dari atas bangunan tersebut. Saya tertawa ketika mendengar cerita tersebut, walaupun sebenarnya horor juga. Kasian tukang becaknya. Sementara, itu informasi yang bisa saya bagikan. Saya yakin kedepannya wisata Warungboto ini akan semakin populer, apalagi setelah selesai direnovasi nantinya. Kenapa saya yakin demikian? Karena tempat ini sangat instagramable, cocok untuk anak anak yang narsis. Tapi memang recomended sekali untuk photoshoot di sini. Layaknya Taman Sari, tempat ini juga tidak kalah menarik untuk menjadi latar foto prewed atau foto model.

Sekian cerita bolang saya bersama teman-teman kelas. Bagi yang penasaran, langsung saja ke sana. Lokasinya berada di tengah kota, tidak sulit kok untuk menemukan lokasinya.


Trus buat kalian nih yang tertarik dengan artikel-artikel mengenai objek wisata nusantara, silahkan kunjungi website kabarapik.com. Di sana kamu bisa membaca artikel berbagai wisata di Indonesia dengan lengkap. Kalo bingung mau liburan ke mana, di sana banyak rekomendasi tempat wisata syahdu.

Post a Comment

0 Comments