Lost in Japan: Perjalanan dari Kyoto menuju Tokyo


22 Oktober menjadi hari terakhir sekaligus hari perpisahan saya dengan Kyoto. Belum selesai semua keinginan saya untuk menjamah kota ini. Masih banyak sekali list yang ingin saya lakukan dan banyak tempat yang ingin saya kunjungi. Tapi mau bagaimana lagi, saya sudah mencapai batas waktu, dan memang harus segera berpisah. Duit juga udah tipis cuy.

Lagian saya juga sudah terlanjur memesan tiket bus tujuan Tokyo untuk tanggal 22. Jadi saya tidak bisa menambah durasi di Kyoto sehari, apalagi lebih.


Saya bangun pagi-pagi sekali hari ini, dan langsung bersiap siap. Saya tidak mau ambil resiko ketinggalan bus, mending nunggu lama daripada ketinggalan. Pukul 7 pagi saya berangkat ke stasiun bus Kyoto, jadwal bus saya berangkat sekitar jam 8. Saya lumayan lama menunggu di stasiun. Sambil menunggu, saya mengisi perut dengan membeli onigiri di minimarket. Melihat-lihat daerah sekitar, mengambil foto dan duduk ga jelas :D

Di zona tempat saya menunggu, makin lama makin banyak orang yang datang. Saya memperhatikan orang-orang inilah yang nanti sebus dengan saya. Sebagian besar masyarakat lokal Jepang, hanya sedikit turis. Dan tidak ada yang dari Indonesia maupun asia tenggara kecuali saya. Padahal ketika kemarin dari Tokyo ke Kyoto ada dua orang wisatawan asal Indonesia selain saya.

Bus akhirnya tiba, calon penumpang langsung berdiri bersiap. Bukan untuk langsung nerobos masuk, tapi ngantri untuk di data oleh supirnya. Jadi sebelum naik, supirnya turun terlebih dahulu untuk memeriksa data tiket kemudian mempersilahkan penumpang naik satu persatu. Tiketnya tidak diperiksa ketika dalam perjalanan seperti biasanya kita di Indonesia.

Begitu naik, alhamdulillah saya mendapat kursi nomor satu, duduk paling depan. Pulang sama pergi saya selalu duduk di depan, mungkin supirnya tau kalau saya ini mabuk darat :D. Saran saya nih ya, kalau kalian melakukan perjalanan jauh di Jepang menggunakan Bus, alangkah baiknya mendapat tempat duduk paling depan. Kenapa? karena kalian bisa melihat pemandangan dari berbagai sisi, kecuali belakang loh ya. Ini saya sarankan untuk perjalanan pagi atau siang hari, saya belum pernah kalau malam.

Saya sama sekali tidak merasa mabuk ketika menaiki bus antar kota jarak jauh di Jepang. Bukan hanya karena busnya bersih dan nyaman atau karena jalannya yang bagus dan rata, tetapi karena pemandangannya yang super syahdu. Ini mungkin karena saya sangat menyukai Jepang dan baru pertama kali ke sana. Setiap sudut pemandangan sangat sana nikmati. Mulai dari kota hingga desa-desa di lembah bukit, pegunungan hingga lautan. Semakin menarik karena sering melewati jembatan tinggi dan juga terowongan-terowongan yang membelah gunung. Benar-benar saya nikmati setiap detiknya.

Oh ya... satu lagi yang membuat saya kagum, begitu gunung Fuji menampakkan diri. Perjalanan Kyoto ke Tokyo menjadi lebih berkesan. Sepertinya ini jalur yang berbeda dengan jalur ketika saya datang dari Tokyo, karena saya tidak melihat pemandangan gunung Fuji. Cukup lama saya bisa menikmati pemandangan indahnya gunung ini, sampai akhirnya bus belok sana sini, gunungnya ilang deh.

Saya memang tidak punya rencana untuk pegi langsung melihat pemandangan Fuji dari bawah kaki gunungnya. Dan dari Tokyo pun saya bingung dari mana jika ingin melihat pemandangan gunung ini dari jauh. Beurntunglah pada akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk melihat ketika dalam perjalanan. Untuk melihat lebih dekatnya, nyusul.

Saya menempuh waktu sekitar 8 hingga 9 jam perjalanan. Cukup lama karena beberapa kali berhenti di rest area, tiga atau empat kali dengan durasi 20-30 menit. Berbeda dengan di Indonesia, bus biasanya hanya satu kali berhenti. Jika dihitung waktu tanpa berhenti, perjalanan mungkin bisa ditempuh hanya dalam waktu 5 atau 6 jam.

Kurang lebih jam 5 sore saya akhirnya sampai kembali di Tokyo. Malam di hari pertama ini saya tidak kemana-mana, langsung mencari hostel yang sudah saya booking sebelumnya untuk membersihkan diri. Kemudian mencari makan, merencanakan petualangan esok hari, lalu beristirahat. Saya tidak mendapatkan host di Tokyo, jadinya saya menyewa penginapan kapsul, sama seperti ketika pertama kali saya sampai kemarin.

Sekian cerita perjalanan saya dari Kyoto menuju Tokyo, selanjutnya saya akan menceritakan wira wiri saya selama sisa dua hari di Jepang.

episode berikutnya...

Post a Comment

0 Comments