Petualangan Tiga Biksu Nyari Ratu Boko di Candi Ijo

Ga terasa tahun udah berganti, sudah masuk tahun ketiga aja saya di Jogja.

Untuk mengawali tahun ini, saya mau nulis. Sebenarnya ga ada bahan sih, makanya cerita yang saya tulis ini sebenarnya adalah cerita tahun lalu. Pas main sama Alek dan Mirza ketika liburan semester. Telat gapapa, biar ngisi blog aja awal tahun, kebetulan belum pernah saya tulis juga hehe

Cerita kali ini adalah trip kami (saya, Alek, Mirza) ke candi Ratu Boko dan candi Ijo. Kebetulan kami belum pernah ada yang ke sana. Dari kosan menuju Ratu Boko memakan waktu kurang lebih, sejam perjalanan. Nah abis dari candi Ratu Boko, baru kami lanjutin ke candi Ijo, kurang dari setengah jam lah dari Ratu Boko ke sana.

Gerbang candi Ratu Boko
Kenapa kami memilih ke candi Ratu Boko? Selain karena baelum pernah ke sana, di foto yang kami lihat di google, kelihatannya keren sekali. Apa lagi foto-foto di waktu sunset, sayangnya kami berangkatnya pagi :D. Ya niatnya belum untuk nyari sunset kok.

Singkat cerita, sampai lah kami di Ratu Boko. Seperti yang kami ligat di google, terlihat keren begitu kami ketemu gerbang candinya. Ga seperti candi-candi pada umumnya, ga pake gerbang gapura gini. Selanjutnya, yang saya bayangin ke dalamnya bakal ada bangunan candi yang lebih megah. Untuk itu kami melanjutkan perjanalan, maju terus mencari bangunan candi utamanya.

Beberapa lama berkeliling, tidak terlihat ada bangunan candi. Ada sih, tapi lantai dasar atau hanya fondasi, tanpa ada bangunan tegak. Satu satunya bangunan yang tegak berdiri hanyalah gerbangnya tadi. Pantasan kalo cari di google, foto gerbangnya lah yang selalu muncul. 

Tapi, itulah yang spesial menurut saya dari candi ini. Memiliki bentuk khas candi datar hehe. Saya tidak tau apakan dulunya ada bangunan, kemudian hancur. Kami jalan tanpa pemandu soalnya, asal aja keliaran. Tapi di sekitar candi-candi datar itu, ada beberapa bangunan candi kecil yang rubuh. Jadi saya kira dulunya pasti ada bangunan candi.

Setelah puas berkeliling, melihat-lihat, kami melanjutkan perjalanan menuju ke candi Ijo.
Candi Ijo
Nah yang di sini malah lebih kelihatan candi hhehe. Ya walapun ukurannya kecil, tidak sebesar Prambanan apalagi Borobudur. Akses menuju ke sini menanjak, tapi aman ga terlalu curam. Lokasinya berada di ketinggian, lebih di atas di banding Ratu Boko tadi.

Di area utama, candi Ijo memiliki 4 candi. Satu candi utama dan 3 candi kecil di depannya. Dari area utama nanti ada tangga untuk turun ke area satunya lagi. Tapi di area ini candinya masih belum direkonstruksi, masih roboh. Ada puing puing yang kemungkinan adalah bongkahan candi yang ukurannya kecil. Seperti 3 candi yang ada di depan candi utamanya.

Oya, berkunjung ke candi Ijo ini ga dipungut biaya, gratis hehe. Mungkin karena ga seterkenal candi Ratu Boko tadi ya.

Di sini selain melihat-lihat dan berfoto, kami juga memanfaatkan waktu untuk beristirahat. Capek dari pagi main di Ratu Boko trus ke sini. Baru setelah beberapa lama istirahat, kami siap-siap untuk balik, udah cukup puas main seharian dan lelah juga tentunya.

Yap, itulah cerita main di awal liburan, tahun lalu tapi heheh. Lumayan sebagai pembuka cerita di tahun ini. Sampai jumpa di cerita-cerita berikutnya_

Post a Comment

0 Comments